Gentlemen’s Agreement

ra_silo_sport

Gentlemen’s Agreement adalah perjanjian informal atau tidak mengikat secara hukum antara dua atau beberapa pihak, perjanjian ini bisa jadi hanya berupa ucapan atau juga tertulis yang dasarnya adalah etiket saling menguntungkan.

797px-honda_cbr_1100_xx_silver_vr
CBR1100XX 
1999modelzwart
Suzuki Hayabusa

Di eropa sana mulai tahun 2000 ada Gentlemen’s Agreement antar pabrikan motor untuk tidak memproduksi motor dengan power lebih dari 200hp dan top speed diatas 300km/jam (186 mph). Sebelum tahun 2000 pabrikan berlomba meluncurkan motor-motor kencang, ada Honda CBR1100XX dengan rekor 290km/jam kemudian disusul Suzuki hayabusa dengan top speed 312km/jam. Motor-motor kencang tadi membuat komisi eropa risih dan berencana membuat peraturan melarang motor-motor dengan topspeed diatas 200km/jam beredar. Untuk mencegah pelarangan dan menghindari publikasi negative akhirnya pabrikan sepakat menghentikan perlombaan topspeed ini.

800px-mv_agusta_f4_1000_r_312
F4 R 312

MV agusta menjadi pabrikan yang pertama melanggar gentlemen’s Agreement lewat F4 R 312, motor ini memiliki top speed 312 km/jam. MV berani mengeluarkan motor kencang ini karena mereka tidak merasa terlibat dalam perjanjian di tahun 2000 dan memang ada anggapan bahwa kecepatan merupakan sifat dasar superbike italia.

031510middle1
BMW S1000RR

BMW juga akhirnya melanggar kesepakatan dengan BMW S1000RR yang memiliki top speed 303 km/jam.

751px-kawasaki_ninja_h2r_seattle_motorcycle_show
Kawasaki Ninja H2R

Kawasaki berusaha tidak melanggar kesepakatan saat meluncurkan Ninja H2R dengan membuat dua versi motor, versi tack-only dengan tenaga 296hp dan top speed 340km/jam sedangkan versi jalanan tenaganya lebih kecil 50% sekitar 200hp.

Panigale_Final-Edition_2018_Studio_FE_H01_Gallery_1920x1080.mediagallery_output_image_[1920x1080]
1299 Panigale Final Edition

Dan akhirnya Ducati yang sudah dicurigai akan melanggar kesepakatan ini saat mengeluarkan seri Panigale menjawab dengan 1299 Panigale Final Edition yang powernya 209 hp. Mari kita lihat bagaimana reaksi pabrikan lain..

Author: ngamenrider

Kazak

2 thoughts on “Gentlemen’s Agreement”

  1. wih mantabs nih andai di terapkan di indonesia,.persaingan bakal lebih merata karena bukan lagi soal mesin yang selalu di hubungkan dengan power dan topspeed melainkan perang value berupa fitur, harga dan layanan purna jual.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s